Senin, 01 Desember 2014

cara root Samsung Galaxy Tab 3 7.0 SM-T211

Bagi anda pengguna Samsung Galaxy Tab 3 7.0 yang ingin mengerootnya berikut kami berikan tipsnya.

Instal custom recovery dan root bisa menghilangkan garansi, lakukan dengan resiko masing-masing.


Berikut cara root Samsung Galaxy tab 3.7 SM T211 :

Cara root Tab  3 7.0 tanpa PC, ada yang berhasil ada juga yang tidak berhasil :

1. Unduh berkas apk ini.

2. instal berkas apk dan aktifkan USB Debugging.

3. Buka aplikasinya (dalam bahasa cina) lalu kita lihat lingkaran  yang ditengahnya ada T211. Lalu pada bawahnya lagi ada bar warna hijau, tekan bar hijau tersebut.

4. Tunggu sampai T211 selesai diroot, lalau jika ada pemberitahuan dari SuperSU bahasa cina tekan Allow(ijinkan), sekarang T211 akan mulai reboot.

5. Tunggu sampai menyala kembali.

6. Untuk mengganti superSU bahasa cina dengan bahasa minimal bahasa inggris bisa instal SuperSU di Playstore dengan catatan instal SuperSU dahulu baru hapus SuperSU yang berbahasa cina.


Cara root Tab 3 7.0 Jelly Bean 4.1.2 dan KitKat 4.4.2 menggunakan PC :

Sebelum mulai unduh bahan-bahan root :

Langkah-langkah :
A. Instal TWRP Recovery
1. Instal Samsung USB Driver di PC.

2. Aktifkan USb Debugging, untuk  Jelly bean 4.1.2 Pengaturan > Pilihan pengembang > centang Mendebug USB. Kitkat  4.4.2 Pengaturan > info perangkat > tekan nomor versi 7 kali sampai muncul pemberitahuan menjadi pengembang > kembali ke pengaturan > Pilihan pengembang > centang mendebug USB.
2. Ektrak dan jalankan berkas Odin.
3. Matikan Tab lalu masuk mode download, cara tekan dan tahan tombol power+home+volume bawah sampai menyala. Tekan volume atas untuk melanjutkan.
4. Hubungkan Tab ke PC menggunakan kabel USB. Jika kotak ID:COM berubah warna biru dan kotak messag muncul Added!  berarti Tab sudah dikenali Odin.
5. Buka Odin, Klik tombol AP lalu arahkan ke berkas Recovery tar.md5. Pastikan Auto-Reboot dan RF. Reset Time dicentang dan Re-Parttion tidak dicentang.
6. Klik tombol start untuk mulai instal TWRP recovery. Tunggu proses selesai sampai muncul PASS. Jika sudah muncul PASS perangkat bisa dicabut.
B. Root :

1. Pindahkan paket root zip ke memori internal/ekternal Tab.
2. Masuk mode recovery, dalam keadaan mati tekan dan tahan tombol volume atas+home+power.
3. Sampai disini kita sudah bisa membackup ROM, tekan tombol backup untuk membackup ROM jika nanti ingin mengembalikan tekan restore.
4. Tekan install pada menu utama TWRP. Lalu arahkan ke berkas android-armeabi-universal-root-signed.zip(Jelly Bean)atau SuperSU.zip(KitKat). Geser tombol biru/ swap to confirm.

4. Kembali ke menu utama pilih reboot. Proses root selesai dan lihat apakah ada aplikasi baru SuperSU jika ada root berhasil.

Kumpulan USB Driver Android

Untuk mengetahui driver terinstal apa tidak, hubungkan perangkat ke PC jika hanya mengecas berati driver tidak terinstal dan jika terdeteksi di Windows Explorer berarti driver sudah terinstal.

Acer | Android USB Drivers:

Download Acer USB Drivers


ASUS | Android USB Drivers:

Download ASUS USB Drivers or Download ASUS PC Suite (Termasuk driver).


DELL | Android USB Drivers:

Download DELL USB Drivers


Huawei | Android USB Drivers:

Download Huawei USB Drivers


HTC | Android USB Drivers:

Download HTC USB Drivers or Download HTC Sync Manager (Contains Drivers).


INTEL | Android USB Drivers:

Download Intel Android USB Drivers


Lenovo | Android USB Drivers:

Download Lenovo USB Drivers


LG | Android USB Drivers:

Download LG USB Drivers

Untuk driver perangkat LG lainnya, kunjungi website LG > Search for product > Resources >Download driver.


MOTOROLA | Android USB Drivers:

Download Motorola USB Drivers


MICROMAX | Android USB Drivers:

Download Micromax USB Drivers


SAMSUNG | Android USB Drivers:

Download Samsung USB Drivers or Download Samsung Kies (Termasuk driver).


SONY | Android USB Drivers:

Download SONY PC Companion (Termasuk driver).


ZTE | Android USB Drivers:

Download ZTE USB Drivers


Mediatek | Perangkat dengan chipset mediatek MT65xx, biasanya pada perangkat buatan china(menengah ke bawah). Advan, Mito, Evercoss biasanya menggunakan chipset ini. cek spesifikasi dulu.
Driver MT65xx


ROOTING DRIVERS | Android USB Drivers:

Download Fastboot & ADB Files


PENTING!
Bila tidak ada didaftar diatas bisa menggunakan perantara Mobogenie for pc bisa untuk semua android.  Instal mobogenie di PC lalu hubungkan ke perangkat tunggu mobogenie mendeteksi. Bila sudah terdeteksi driver sudah terinstal.

Selain Mobogenie juga bisa menggunakakan PdaNet. PdaNet adalah alat untuk tethering tetapi juga secara otomatis menginstal driver.

Untuk memastikan Apakah adb sudah terpasang atau belum pergi ke Device Manager. Klik kanan My Computer> Manage, lalu ke Device Manager. Jika terpasang akan terseteksi Android Device > Android ADB Interface atau nama perangkat.

Jumat, 20 Juni 2014

Makalah Sterilisasi

by : zulfikarsputra.blogspot.com
KATA PENGANTAR
                            
          Puji syukur ALLAH SWT atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga tugas ini dapat dipergunakan sebagai salah satu  acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam Makalah “Sterilisasi
            Harapan kami semoga tugas ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi tugas ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
            Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tugas kami.




Banyuwangi, 20 Juni 2014


                                                                                                            Penyusun,




Daftar Isi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang…………………………………………………………….   3
1.2              Rumusan Masalah…………………………………………………….........  5
1.3       Tujuan……………………………………………………………………… 5
            1.3.1    Tujuan Umum ……………………………………………………..  5
            1.3.2    Tujuan Khusus……………………………………………………..  5
BAB 2 ISI
2.1       Pengertiaan Sterilisasi………….…………….…………………………….  6
            2.2       Prinsip kerja Autoklaf………………………….…………………………..  6
            2.3       Metode Sterilisasi………………………………………………………….  7         
                        2.3.1 Sterilisasi Secara Fisik    ……………………………………………... 7
                        2.3.2 Sterilisasi Secara Radiasi…………………………………………….  9
                        2.3.3 Sterilisasi Secara Kimia  ……………………………………………..  9
                        2.3.4 Sterilisasi Secara Mekanik…………………………………………… 11
BAB 3 PENUTUP
3.1       Kesimpulan………………………………………………………………..   12
3.2       Saran………………………………………………………………………   12
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..  13




BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang

Banyak penyakit yang menganggu kelangsungan hidup masyarakat banyak. Penyakit-penyakit ini bukan hanya muncul dikarenakan keteledoran daripada si pengidap itu sendiri. Melainkan juga dari lingkungan luar yang ada di sekitarnya. Biasanya para pasien yang ada di rumah sakit paling gampang tertular dengan berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan kehidupannya sendiri.
Tahapan penting yang mutlak harus dilakukan selama bekerja di ruang praktikum mikrobiologi adalah sterilisasi. Bahan atau peralatan yang digunakan harus dalam keadaan steril. Sterilisasi adalah proses penghilangan semua jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah mikroorganisme yang terdapat dalam suatu benda. Proses ini melibatkan aplikasi biocidal agent  atau proses fisik dengan tujuan untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme. Setiap proses baik fisika, kimia dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut sterilisasi. Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya sterilisasi.
Sterilisasi didesain untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme. Target suatu metode inaktivasi tergantung dari metode dan tipe mikroorganisme yaitu tergantung dari asam nukleat, protein atau membrane mikroorganisme tersebut. Agen kimia untuk sterilisasi disebut sterilant  (Pratiwi,2006). Sterilisasi banyak dilakukan di rumah sakit melalui proses fisik, kimia dan mekanik. Setiap proses (baik fisika, kimia maupun mekanik) yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikrooranisme disebut dengan sterilisasi. Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya proses sterilisasi. Jika sterilisasi berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan bentuk paling resisten dari kehidupan mikroba, akan diluluhkan (Cappuccino, 1983).
Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme, dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan berisi air, sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, oksigen, hidrogen, serta unsur-unsur lainnya. Dalam bahan dasar medium dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamin, atau nukleotida (Lim, 1998).

1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian sterilisasi ?
2.      Bagaimana prinsip kerja Autoklaf?
3.      Bagaimana metode sterilisasi?
4.      Apa saja macam-macam sterilisasi?
1.3              Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah ;
1.3.1. Tujuan Umum
1.Agar pembaca mengetahui apa pengertian dari sterilisasi
2.Agar pembaca mengetahui bagaimana prinsip kerja autoklaf yaitu alat yang digunakan untuk mensterilkan alat atau bahan
1.3.2        Tujuan Khusus
1.      Agar pembaca mengetahui apa saja metode dalam sterilisasi
2.      Agar pembaca mengetahui apa saja macam-macam sterilisasi



BAB 2
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Sterilisasi
Steralisasi adalah suatu cara untuk membebaskan suatu benda dari semua, baik bentuk vegetatif maupun bentuk spora. Proses sterilisasi dipergunakan pada bidang mikrobiologi untuk mencegah pencernaan organisme luar, pada bidang bedah untuk mempertahankan keadaan aseptis, pada pembuatan makanan dan obat-obatan untuk menjamin keamanan terhadap pencemaran oleh mikroorganisme dan di dalam bidang-bidang lain pun sterilisasi ini juga penting. Steralisasi juga dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh kuman patogen atau kuman apatogen beserta spora yang terdapat pada alat perawatan atau kedokteran dengan cara merebus, stoom, menggunakan panas tinggi, atau bahkan kimia. Jenis sterilisasi antara lain sterilisasi cepat, sterilisasi panas kering, steralisasi gas (Formalin H2, O2), dan radiasi ionnisasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam steralisasi di antaranya:
Ø  Sterilisator (alat untuk mensteril) harus siap pakai, bersih, dan masih berfungsi
Ø  Peralatan yang akan di sterilisasi harus dibungkus dan diberi label yang jelas dengan menyebutkan jenis peralatan, jumlah dan tanggal pelaksanaan  sterilisasi
Ø  Penataan alat harus berprinsip bahwa semua bagian dapat steril
Ø  Tidak boleh menambah peralatan dalam sterilisator sebelum waktu mensteril selesai
Ø  Memindahklan alat steril ke dalam tempatnya dengan korentang steril
Ø  Saat mendinginkan alat steril tidak boleh membuka pembungkusnya, bila terbuka harus dilakukan sterilisasi ulang.

2.2  Prinsip Kerja Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (1,02 atm) dan suhu 1210C. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara panas. Biasanya untuk mesterilkan media digunakan suhu 1210C dan tekanan 15 lb/in2 (SI = 103,4 Kpa) selama 15 menit. Alasan digunakan suhu 1210C atau 249,8 0F adalah karena air mendidih pada suhu tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Untuk tekanan 0 psi pada ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 1000C, sedangkan untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama, menggunakan tekanan 15 psi maka air akan mendidih pada suhu 1210C. Ingat kejadian ini hanya berlaku untuk sea level, jika di laboratorium terletak pada ketinggian tertentu, maka pengaturan tekanan perlu disetting ulang. Misalnya autoklaf diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl, maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi supaya tercapai suhu 1210C untuk mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika dididihkan pada suhu 1210C dan tekanan 15 psi selama 15 menit. Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf  lama kelamaan akan mendidih dan uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi autoklaf. Setelah semua udara dalam autoklaf diganti dengan uap air, katup uap atau udara ditutup sehingga tekanan udara dalam autoklaf  naik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai., maka proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur. Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi.
Untuk mendeteksi bahwa autoklaf  bekerja dengan sempurna dapat digunakan mikroba penguji yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu Bacillus stearothermophillus, lazimnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam bentuk spore strip. Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan. Setelah proses sterilisai lalu ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik. Beberapa media atau bahan yang tidak disterilkan dengan autoklaf adalah :
Ø  Bahan tidak tahan panas seperti serum, vitamin, antibiotik, dan enzim
Ø  Pelarut organik, seperti fenol
Ø  Buffer dengan kandungan detergen
Ø  Untuk mencegah terjadinya presipitasi, pencoklatan (media menjadi coklat) dan hancurnya substrat dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut :
Ø  Glukosa disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa fosfat
Ø  Senyawa fosfat disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa garam mineral lain
Ø  Senyawa garam mineral disterilkan terpisah dengan agar
Ø  Media yang memiliki pH > 7,5 jangan disterilkan dengan autoklaf
Ø  Jangan mensterilisasi larutan agar dengan pH < 6,0
Erlenmeyer hanya boleh diisi media maksimum ¾ dari total volumenya, sisa ruang dibirkan kosong. Jika mensterilkan media 1 liter yang ditampung pada erlenmeyer 2 liter maka sterilisasi diatur dengan waktu 30 menit.
2.3  Metode Sterilisasi
2.3.1.   Sterilisasi secara Fisik
Sterilisasi secara fisik dipakai bila selama sterilisasi dengan bahan kimia tidak akan berubah akibat temperatur tinggi dan tekanan tinggi. Cara membunuh mikroorganisme tersebut adalah dengan panas. Berikut penjelasan mengenai cara membunuh mikroorganisme :
·         Pemanasan kering
Prinsipnya adalah protein mikroba pertama-tama akan mengalami dehidrasi sampai kering dan selanjutnya teroksidasi oleh oksigen dari udara sehingga menyebabkan mikrobanya mati. Digunakan pada benda atau bahan yang tidak mudah menjadi rusak, tidak menyala, tidak hangus atau tidak menguap pada suhu tinggi. Umumnya digunakan untuk senyawa yang tidak efektif untuk disterilkan dengan uap air, seperti minyak lemak, minyak mineral, gliserin (berbagai jenis minyak), petrolatum jelly, lilin, wax, dan serbuk yang tidak stabil dengan uap air. Metode ini efektif untuk mensterilkan alat-alat gelas dan bedah. Contohnya alat ukur dan penutup karet atau plastik. Selain itu, bahan atau alat harus dibungkus, disumbat atau ditaruh dalam wadah tertututp untuk mencegah kontaminasi setelah dikeluarkan dari oven.
·Pemanasan basah
Prinsipnya adalah dengan cara mengkoagulasi atau denaturasi protein penyusun tubuh mikroba sehingga dapat membunuh mikroba. Sterilisasi uap dilakukan menggunakan autoklaf dengan prinsipnya memakai uap air dalam tekanan sebagai pensterilnya. Temperatur sterilisasi biasanya 121, tekanan yang biasa digunakan antara 15-17,5 psi (pound per square inci) atau 1 atm. Lamanya sterilisasi tergantung dari volume dan jenis. Alat-alat dan air disterilkan selama 1 jam, tetapi media antara 20-40 menit tergantung dari volume bahan yang disterilkan. Sterilisasi media yang terlalu lama akan menyebabkan :
  • Penguraian gula
  • Degradasi vitamin dan asam-asam amino
  • Inaktifasi sitokinin zeatin riboside
  • Perubahan pH yang berakibatkan depolimerisasi agar
Bila ada kelembapan, bakteri akan terkoagulasi dan dirusak pada temperatur yang lebih rendah dibandingkan jika tidak ada kelembapan. Mekanisme penghancuran bakteri oleh uap air panas adalah terjadinya denaturasi dan koagulasi beberapa protein esensial dari organisme tersebut.
Metode sterilisasi uap umumnya digunakan untuk sterilisasi sediaan farmasi dan bahan-bahan lain yang tahan terhadap temperatur yang dipergunakan dan tahan terhadap penembusan uap air, larutan dengan pembawa air, alat-alat gelas, pembalut untuk bedah, penutup karet dan plastic serta media untuk pekerjaan mikrobiologi. Uap jenuh pada suhu 121oC mampu membunuh secara cepat semua bentuk vegetatif mikroorganisme dalam 1 atau 2 menit. Uap jenuh ini dapat menghancurkan spora bakteri yang tahan pemanasan.

·         Pemanasan dengan Bakterisida
Digunakan untuk sterilisasi larutan berair atau suspensi obat yang tidak stabil dalam autoklaf. Tidak digunakan untuk larutan obat injeksi intravena dosis tunggal lebih dari 15 ml, injeksi intratekal, atau intrasisternal. Larutan yang ditambahkan bakterisida dipanaskan dalam wadah bersegel pada suhu 100 oC selama 10 menit di dalam pensteril uap atau penangas air. Bakterisida yang digunakan 0,5% fenol, 0,5% klorobutanol, 0,002 % fenil merkuri nitrat dan 0,2% klorokresol.


·         Air mendidih
Digunakan untuk sterilisasi alat bedah seperti jarum spoit. Hanya dilakukan dalam keadaan darurat. Dapat membunuh bentuk vegetatif mikroorganisme tetapi tidak sporanya.
·Pemijaran
Dengan cara membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dan sebagainya.
2.3.2        Sterilisasi dengan radiasi
Prinsipnya adalah radiasi menembus dinding sel dengan langsung mengenai DNA dari inti sel sehingga mikroba mengalami mutasi. Digunakan untuk sterilisasi bahan atau produk yang peka terhadap panas (termolabil). Ada dua macam radiasi yang digunakan yakni gelombang elektromagnetik (sinar x, sinar γ) dan arus partikel kecil (sinar α dan β). Sterilisasi dengan radiasi digunakan untuk bahan atau produk dan alat-alat medis yang peka terhadap panas (termolabil).
·         Tyndalisasi
Konsep kerja metode ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air dan tidak tahan tekanan atau suhu tinggi lebih tepat disterilkan dengan metode ini. Misalnya susu yang disterilkan dengan suhu tinggi akan mengalami koagulasi dan bahan yang berpati disterilkan pada suhu bertekanan pada kondisi pH asam akan terhidrolisis. Tyndalisai merupakan proses memanaskan medium atau larutan menggunakan uap selama 1 jam setiap hari selama 3 hari berturut- turut
·         Pasteurisasi
Proses pemanasan pada suhu dan waktu tertentu (650C selama 30’ atau 720C selama 15’ untuk membunuh pathogen yang berbahaya bagi manusia.

2.3.3        Sterilisasi  secara  Kimia
Sterilisasi secara kimia dapat memakai antiseptik kimia. Pemilihan antiseptik terutama tergantung pada kebutuhan daripada tujuan tertentu serta efek yang dikehendaki. Perlu juga diperhatikan bahwa beberapa senyawa bersifat iritatif, dam kepekaan kulit sangat bervariasi. Zat-zat kimia yang dapat di pakai untuk sterilisasi antara lain halogen (senyawa klorin, yodium), alkohol, fenol, hydrogen peroksida, zat warna ungu Kristal, derivate akridin, rosalin, deterjen, logam-logam berat, aldehida, ETO, uap formaldehid ataupun beta-propilakton (Volk, 1993)
BAHAN KIMIA
Cara sterilisasi dengan bahan kimia. Beberapa istilah yang perlu difahami:
·         Desinfektan adalah suatu bahan kimia yang dapat membunuh sel-sel vegetatif dan jasad renik. Biasanya digunakan untuk obyek yang tidak hidup, karena akan merusak jaringan. Prosesnya disebut desinfeksi.
·         Antiseptik adalah suatu bahan atau zat yang dapat mencegah, melawan maupun membunuh pertumbuhan dan kegiatan jasat renik. Biasanya digunakan untuk tubuh. Prosesnya disebut antiseptis.
·         Biosidal adalah suatu zat yang aksinya dipakai unhtuk membunuh mikroorganisme, misal : bakterisid, virosid, sporosid.
·         Biostatik adalah zat yang aksinya untuk mencegah/menghambat pertumbuhan organisme, misal : bakteriostatik, fungistatik.

Ada beberapa zat yang bersifat anti mikroba.
1. Fenol dan derivatnya
Zat kimia ini bekerja dengan cara mempresipitasikan protein secara aktif atau merusak selaput sel dengan penurunan tegangan permukaan. Fenol cepat bekerja sebagai desinfektan maupun antiseptik tergantung konsentrasinya. Daya antimikroba fenol akan berkurang pada suasana alkali, suhu rendah, dan adanya sabun.
2. Alkohol
Alkohol beraksi dengan mendenaturasi protein dengan jalan dehidrasi dan melarutkan lemak sehingga membran sel rusak dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Etil alkohol (etanol) 50-70% mempunyai sifat bakterisid untuk bentuk vegetatif. Metanol daya bakterisidnya kurang dibandingkan etanol, dan beracun terhadap mata.
3. Halogen beserta gugusannya
Halogen beserta gugusannya ini mematikan mikroorganisme dengan cara mengoksidadi protein sehingga merusak membran dan menginaktifkan enzim-enzim. Misalnya :
·         Yodium dipakai untuk mendesinfeksi kulit sebelum dilakukan pembedahan
·         Hipoklorit digunakan untuk sanitasi alat-alat rumah tangga. Yang umum dipakai adalah kalsium dipoklorit dan sodium hipoklorit.



4. Logam berat dan gugusannya
Logam berat dapat memprestasikan enzim-enzim atau protein esensial lain dalam sel sehingga dapat berfungsi sebagai anti mikroba.
Contoh :
·         Merkurokrom, merthiolat sebagai antiseptik.
·         Perak nitrat sebagai tetes mata guna mencegah penyakit mata pada bayi (Neonatol gonococcal ophthalmitic).
5. Deterjen
Dengan gugus hipofilik dan hidrofilik, deterjen akan merusak membran sitoplasma.
6. Aldehid
Aldehid mendesinfeksi dengan cara mendenaturasi protein. Contoh : formalin (formaldehid)
7. Gas sterilisator
Digunakan untuk bahan/alat yang tidak dapat disterilkan dengan panas tinggi atau dengan zat kimia cair. Pada proses ini material disterilkan dengan gas pada suhu kamar. Gas yang dipakai adalah ethilen oksida.
Kebaikannya : ethilen oksida mempunyai daya sterilisasi yang besar dan daya penetrasinya besar
Kejelekannya : ethilen oksida bersifat toksis dan mudah meledak.
2.3.4        Sterilisasi secara Mekanik
Sterilisasi secara mekanik dapat dilakukan dengan penyaringan. Penyaringan dengan mengalirkan gas atau cairan melalui suatu bahan penyaring.



BAB 3
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Sterilisasi adalah suatu proses penghancuran secara lengkap semua mikroba hidup dan spora-sporanya. Ada 5 metode umum sterilisasi, yaitu : sterilisasi uap (panas lembab), sterilisasi panas kering, sterilisasi dengan penyaringan (filtrasi), sterilisasi gas, sterilisasi dengan radiasi.
3.2  Saran
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu saya sebagai penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari seluruh pihak demi sempurnanya makalah ini. Saran yang dapat penulis berikan adalah agar mahasiswa dapat memahami tentang proses sterilisasi serta macam-macam sterilisasi. Pada makalah berikutnya menjadi lebih baik lagi.




DAFTAR PUSTAKA
·  http://swasthyca.wordpress.com/2012/10/16/sterilisasi/ di akses pada 9 oktober 2013 13.44
·  http://rgmaisyah.wordpress.com/2009/03/15/metode-sterilisasi/ di akses padda 9 oktober 2013 14.02